[Scroll down for English]

Mulai bulan September hingga November 2017, Cemeti bekerja sama Goethe-Institut Indonesia menyelenggarakan Program Residensi Seniman Cemeti, periode #2, 2017. Seniman yang terlibat, yaitu Das Archipel dan Arum Dayu.

Das Archipel (kolektif seniman beranggotakan Finn Brüggemann dan Nuriye Tohermes).
Finn Brüggemann (*1988) tinggal dan bekerja di Hamburg, Jerman. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya di Liberal Arts and Sciences di Amsterdam University College, ia melanjutkan studinya dengan Marjetica Potrč di University of Fine Arts di Hamburg. Sejak tahun 2011, ia merealisasikan beberapa proyek pembangunan komunitas di Serbia, Hamburg, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat. Pada tahun 2015, ia mendirikan Das Archipel bersama dengan seniman lainnya. Das Archipel merupakan sebuah platform , ruang publik yang dikelola komunitas, dan ruang sekolah untuk aksi sosial dan politik. Ia lulus dengan gelar Magister Seni Rupa pada tahun 2016. Ia bekerja di antara bidang politik, komunitas, dan seni. Karyanya bertujuan untuk menciptakan bentuk dari organisasi kolektif sebagai reaksi terhadap krisis lokal dan global.

Nuriye Elisabeth Tohermes (*1989) bekerja dan tinggal di Hamburg. Dia menempuh pendidikan di jurusan Seni Rupa dan Desain Sosial di HFBK Hamburg. Sejak tahun 2012, ia mengkonseptualisasi dan merealisasikan karya partisipatoris dan karya site-specific, misalnya ruang publik yang diorganisir oleh komunitas di Soweto, Afrika Selatan; Diskusi Makan Siang Hening untuk New Museum di New York, AS, atau sebuah konferensi tentang kolaborasi di Tromsø, Norwegia bekerjasama dengan UniGrowCity. Dia adalah salah satu pendiri Das Archipel.

Arum Dayu
Arum Tresnaningtyas Dayuputri (*1984) bekerja dan tinggal di Bandung. Ia memulai karirnya sebagai jurnalis foto di Harian Kompas dan memperoleh gelar diploma di bidang jurnalisme foto dari Ateneo de Manila University pada tahun 2012. Ia terlibat dalam beberapa pameran, lokakarya, dan program residensi di Indonesia dan luar negeri. Ia menginisiasi sebuah ruang belajar yang bernama Kami Punya Cerita di Tobucil and Klabs, Bandung. Di ruang belajar ini, setiap orang yang memiliki minat dan hasrat di bidang fotografi dapat berbagi ide dan pengalaman mereka. Bersama dengan beberapa teman, Arum saat ini mengelola Omnispace, sebuah ruang alternatif di Bandung. Ia gemar menyanyi dan bermain ukulele dan mendirikan sebuah proyek musik bernama ‘Tetangga Pak Gesang bersama dengan Meicy Sitorus.

From September to November 2017, Cemeti organizes its second Artist-in-Residency period, in cooperation with Goethe-Institut Indonesia. Participating artists are: Das Archipel and Arum Dayu.

Das Archipel (2015, consists of Finn Brüggemann and Nuriye Tohermes)
Finn Brüggemann (*1988) lives and works in Hamburg, Germany. After his BA studies in Liberal Arts and Sciences at Amsterdam University College, he studied with Marjetica Potrč at the University of Fine Arts in Hamburg. Since 2011, he realized several community-building projects, amongst others in Serbia, Hamburg, South Africa, and the USA. In 2015, he co-founded Das Archipel, a swimming platform, a community organized public space, and a schoolroom for social and political action. He graduated with a Master of fine arts in 2016. He works on the threshold of politics, community, and art. His work aims to create forms of collective organization in reaction to local and global crises.

Nuriye Elisabeth Tohermes (*1989) lives and works in Hamburg. She studied Fine Arts and Social Design at HFBK Hamburg. Since 2012, she conceptualizes and realizes participatory and site-specific works, for example a community-organized public space in Soweto, South Africa; the Silent Lunch Discussions for the New Museum in New York, USA, or a conference on collaboration in Tromsø, Norway, in cooperation with UniGrowCity. She is one of the co-founders of Das Archipel.

Arum Dayu
Arum Tresnaningtyas Dayuputri (*1984) lives and works in Bandung. She started her career as a photojournalist in Kompas Daily and received her diploma in photojournalism from Ateneo de Manila University in 2012. She has been part of several exhibitions, workshops, and residency programs in Indonesia and abroad. She initiated a learning space called Kami Punya Cerita at Tobucil and Klabs, Bandung, where anyone who has an interest in and passion for photography can share their ideas and experiences. Together with some friends, Arum currently runs Omnispace, an alternative space in Bandung. She loves to sing and play the ukulele and has a music project called Tetangga Pak Gesang with Meicy Sitorus.

http://www.cemeti.org/files/gimgs/th-26_Schermafbeelding 2017-09-09 om 16_44_30.png